• (024) 7690 2880
  • Semarang
  • 9:00 AM- 5:00 PM
  • Monday- Saturday
Training Divisi bagian Marketing

Training Divisi bagian Marketing

Dengan tujuan membangun jaringan SEO di internet guna mensukseskan penjualan produk di berbagai anak usaha yang kami bangun, kami merekrut beberapa freelance guna mengeksekusi tugas ini. Setidaknya ada 10 orang freelance yang berada di dalam training langsung ini.

Internet Marketing adalah ujung tombak dari kesuksesan organisasi perusahaan IT. Banyak orang bisa membuat roti yang lebih lezat daripada Sari Roti. Namun, hanya beberapa gelintir orang yang bisa memasarkan produk roti seperti yang dilakukan oleh perusahaan Sari Roti. Dalam arti, betapa bagus dan hebat nya produk yang Anda buat, akan menjadi sia- sia saja apabila Anda tidak mampu menjual nya.

Marketing itu sendiri telah mengalami perubahan yang besar dari dasarnya. Bila Anda mungkin berasumsi jikalau marketing hanyalah cara untuk menjual produk, hal itu perlu di koreksi lagi, karena pengertian tersebut tidak lagi sempit seperti itu. Sejauh saya mempelajari tentang Marketing -atau yang lebih khusus nya adalah internet marketing- ada banyak komponen dasar yang menjadi faktor utama agar penjualan produk bisa sukses berjaya. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah; Product, Price, Place dan Promotion. Kombinasi dari keempat faktor itu disebut dengan The Marketing Mix [Sourche]. Bauran pemasaran atau Marketing Mix tersebut menjadi sangat berbeda jika diterapkan dalam bisnis internet. Dimana hal tersebut disebut sebagai Internet Marketing Mix. Anda tidak perlu mempelajari hal itu. Tetapi cukup tahu saja. Karena mengaplikasikan internet marketing dalam bisnis kita adalah tugas saya sebagai CEO.

Dalam implementasi hal ini, kami memiliki strategi dalam melakukan nya. Pertama- tama, kami merekrut seorang Kepala Divisi Marketing, yang dimana kami mengajarkan secara detail, spesifik dan intensif terhadap strategi marketing khusus yang kami jalankan. Dalam proyek ini, Kepala Divisi Marketing di pimpin oleh Dimas Rifky Ananta. Kemudian, dikarenakan implementasi ini memerlukan cukup banyak tenaga kerja untuk mengeksekusi nya, maka kami merekrut tenaga kerja Freelance. Kami memilih Freelance untuk meredam biaya.

Dalam implementasi proyek ini, tentu terdapat kendala. Tidak semuanya bisa berjalan dengan mulus. Apalagi ini adalah proyek baru. Kendala pertama yang terjadi adalah; para freelance merasa kesulitan untuk mengerjakan tugas ini dengan panduan OLP (Online Learning Procedure) yang telah kami buat. Mereka membutuhkan suatu penjelasan yang lebih spesifik dan langsung. Karena adanya kendala ini, kami kemudian berinisiatif untuk melakukan training langsung.

Harapan kami dalam sesi training sekali ini, setidak nya akan ada 70% anggota freelance yang bisa mengerti dengan baik terhadap bagaimana menjalankan pekerjaan ini. Namun, keadaan tidak berjalan demikian. Ada sekiranya 30-40% Freelance tersebut yang tidak bisa hadir karena ada kepentingan pribadi. Sehingga, Training SESI ke-2 kita lakukan di minggu depan nya lagi.

Namun setidaknya, proyek ini bisa kami anggap sukses. Dengan adanya training langsung intensif yang kami lakukan, dan manajemen yang sangat baik dari Kepala Divisi Marketing, Rifky Dimas Ananta, seiring berjalan nya waktu, para Freelance ini semakin mengerti tentang pekerjaan yang dilakukan nya. Setiap hari, mereka melakukan improvement atas tindakan pembuatan jaringan Internet Marketing ini.

Tutup