• (024) 7690-2880
  • Semarang
  • 7:00 PM- 10:00 PM
  • Monday- Saturday
Keputusan solusi atas Startup yang lambat di bangun

Keputusan solusi atas Startup yang lambat di bangun

Saya pribadi selaku Pengelola Utama masih ingat kalau ketika itu saya mengatakan bahwa estimasi pengembangan usaha memerlukan waktu setidaknya 3-4 bulan. Namun, kenyataan nya tidak berjalan demikian. Saya mengatakan estimasi waktu tersebut, dan ROI yang di dapatkan bukan hanya sekedar asal menjawab. Sebelum nya, ketika saya mengerjakan nya sendiri, dan mengelolanya sendiri, semua angka tersebut sudah saya perhitungkan. Silahkan lihat video pencapaian startup kode FX 2016-2017 sebagai pembuktian nya. Namun, fakta tetaplah fakta. Startup yang di danai tidak berjalan dengan seperti yang di targetkan.

Saya, atas nama pribadi (sesuai dengan isi SPK yang di tujukan kepada diri saya pribadi) akan tetap bertanggung jawab atas hasil startup ini. Tujuan saya dalam mencari pendanaan dari investor lokal tidak hanya serta merta melakukan ekspansi usaha, namun juga sebagai pembuat jalur untuk menuju ke Venture Capital. Di beberapa waktu kemarin, saya mendapati undangan untuk mengikuti Event Startup Pitch (Lihat Gambar: 001- Invitation to Startup Acceleator). Tetapi sayang, dengan keadaan saat ini, kami rasa (saya dan anggota tim yang lain) masih belum siap untuk bergulat ke Event tersebut. Rangkuman garis besar atas apa yang terjadi pada 2017 awal hingga September 2018 ini, saya rangkum dalam postingan di sini: Cerita dalam menjalankan Startup.

Solusi yang diambil

Selama hampir satu tahun ini saya mencoba untuk membuat anggota tim saya mengerti bagaimana caranya membangun sistem bisnis yang benar dan tepat. Sayang nya, hal ini sangat sulit dilakukan. Terlebih, kendala resend nya anggota membuat pembelajaran terus menerus mengalami restart. Mengajari orang membuat sistem kerja adalah sesuatu yang sulit. Namun, mengajari orang untuk menjalankan sistem bisnis yang telah dibuat, tidaklah terlalu sulit.

Membuat sistem bisnis memerlukan waktu yang lama, saya prediksi waktu ideal nya adalah 3 bulan. Bisa kurang dan bisa lebih dari itu, dengan syarat utama orang yang mengerjakan nya harus memilikli keahlian dan pengalaman dan harus fokus mengerjakan nya. Namun, deadline tepat nya saya tentukan yaitu 3 bulan. Saat ini, saya kehabisan waktu untuk menyelesaikan pembangunan sistem karena banyak nya aktivitas operasional startup lain yang harus saya kerjakan.

Setelah sistem kerja tertata dengan rapi, baru di isi dengan SDM yang menjalankan nya. Catatan khusus disini adalah; tidak boleh terlalu banyak membuat perubahan di dalam sistem kerja. Yang terpenting sistem kerja itu bisa berjalan sesuai schedule pengembangan yang telah ditentukan diawal.

Jadi, keputusan yang akan saya ambil adalah; saya akan berfokus ke satu startup selama 2 bulan untuk membuat sistem bisnis nya. Sehingga, bisa dikatakan, startup yang lain akan saya tutup sementara. Tidak akan ada pemasukan untuk startup selain yang saya kerjakan sistem bisnis nya. Tidak ada laporan performa bulanan untuk startup yang tidak saya bangun sistem bisnis nya.

Ketentuan Goal

Goal yang akan menentukan berhasil atau tidak nya sistem bisnis yang saya buat dan saya jalankan tersebut adalah; Apabila dalam waktu 3 bulan setelah startup tersebut di bangun kemudian startup tersebut tidak pernah mendapatkan keuntungan bersih sebesar 10 juta (sepuluh juta) rupiah tiap bulan dalam 3 bulan berturut- turut, maka akan saya nyatakan jikalau startup itu gagal dan kewajiban saya mengembalikan modal yang telah diberikan oleh investor yang mengambil jenis RDP (Resiko ditanggung Pengelola) dengan ketentuan pengembalian sesuai yang tertera pada SPK yang telah di tandatangani oleh kedua belah pihak. Penting, baca juga bagian “Ketentuan Pengembalian Modal apabila Startup Bangkrut”.

Apabila dalam waktu 3 bulan setelah startup tersebut di bangun kemudian startup tersebut mendapatkan keuntungan bersih sebesar 10 juta (sepuluh juta) rupiah tiap bulan atau lebih dari itu, dalam 3 bulan berturut- turut, maka akan saya nyatakan jikalau startup itu berhasil dan mencapai target nya. Hal yang perlu kita lakukan adalah jalan kembali dengan startup tersebut seperti biasa.

Kapan Usaha akan di Bangun?

Seperti yang saya sebutkan, saya akan fokus kepada satu startup untuk melakukan pembangunan. Hal ini berarti, dalam 3 bulan, hanya satu startup yang akan di bangun sistem bisnis nya. Adapun urutan pembangunan nya adalah sbb:

  1. APRUON (Akselerasi ke-2): 2 bulan. Di mulai tanggal: 01 Oktober 2018 s/d 30 November 2018.
  2. Digime Bays: 3 Bulan. Dimulai tanggal: 01 Desember 2018- 28 Januari 2019.
  3. Foxy Tracker: 3 Bulan. Dimulai tanggal: 01 Maret 2019- 31 Mei 2019.
  4. iTrader Zone: 3 Bulan. Dimulai tanggal: 01 Juni 2019- 31 Agustus 2019.
  5. APRUON (Akselerasi ke-3). 3 Bulan. Dimulai tanggal: 01 September 2019- 30 November 2019.

Alasan APRUON di bangun di awal, dan dilakukan tiga kali adalah karena APRUON merupakan jenis usaha RDI (Resiko ditanggung Investor). Saya ingin memaksimalkan upaya saya dalam membangun nya, dan tidak boleh terburu- buru menyatakan jikalau usaha itu bangkrut. Tanggung jawab di startup APRUON lebih besar daripada startup yang lain.

Ketentuan Pengembalian Modal apabila Startup Bangkrut

Setiap bisnis memiliki resiko. Namun, saya memastikan jikalau di STASASHI ini, resiko usaha yang mungkin terjadi atas jenis investasi RDP (Resiko ditanggung Pengelola) tidak akan membuat investor kehilangan uang nya. Hanya saja mungkin investor akan merugi pada situasi atas lama nya jangka waktu pengembalian uang nya.

Sesuai ketentuan pengembalian modal yang tertera pada SPK yang telah di tandatangani oleh kedua belah pihak pada PASAL 3- Kebangkrutan. Poin 2& 3, disana tertuliskan “Kewajiban dalam pengembalian modal usaha karena faktor kebangkrutan diberi tenggang waktu selama 5 (lima) tahun, baik itu pengembalian dilakukan secara kredit (diangsur) maupun kontan/ tunai.” Dan “ Sebelum tenggang waktu berakhir, PIHAK PERTAMA tidak berhak memaksa PIHAK KEDUA untuk segera melunasinya”. Saya ingin menjelaskan kembali disini agar tidak terjadi salah paham; Apabila terjadi kerugian pada Startup yang Anda danai, saya selaku pengela wajib mengembalikan pendanaan yang telah Anda berikan dengan kurun waktu maksimal 5 tahun. Disini saya memiliki hak untuk melakukan pengembalian secara diangsur ataupun tunai (pembayaran sekaligus). Apabila saya mengembalikan nya secara tunai dan saya lakukan pada akhir tahun ke-5, maka itu adalah hak saya melakukan nya. Hal ini sudah tertera pada SPK. Anda selaku investor hanya akan rugi waktu, tidak akan rugi materi. Namun, meskipun saya memiliki hak demikian, namun tetap saya memiliki attitute sopan santun dalam melakukan pengembalian modal usaha ini. Saya akan berusaha keras mengangsurnya dalam waktu setidaknya minimal 1X dalam setengah tahun. Jika Anda bertanya, mengapa saya optimis bisa membayar nya dan tidak melepas tanggung jawab, Anda bisa membaca blog ini: Untuk yang memiliki Jiwa dan Ilmu Entepreneur.

Apa yang terjadi dengan startup yang dinyatakan bangkrut

Memang definisi kebangkrutan sebelum nya memang tidak dijelaskan di dalam SPK yang Anda tanda tangani. Hal yang terjadi pada usaha yang dinyatakan bangkrut pun belum di jelaskan pada SPK tersebut pula. Dan oleh karena itu, saya perlu memberikan devinisi nya disini.

Kebangkrutan sudah di devinisikan seperti yang di jelaskan sebelumnya. Sedangkan hal yang terjadi pada startup yang di nyatakan bangkrut belum ada. Dalam benak saya, startup yang bangkrut selayak nya harus melalui 3 tahapan akselerasi. Apabila Anda memulai usaha di waktu pertama, kemudian usaha itu bangkrut, lalu Anda menutupnya dan mencoba membangun usaha yang baru, Anda akan sulit mencapai sukses. Karena setiap jenis usaha memiliki kesulitan nya masing- masing. Usaha baru itu mungkin terlihat menjanjikan. Tetapi setelah Anda masuk ke dalam, alhasil kesulitan yang muncul hampir sama seperti usaha- usaha yang di jalankan sebelum nya. Sehingga, 3 tahapan akselerasi yang saya maksud adalah; apabila usaha tersebut tidak berhasil dengan sukses, setidak nya jangan di tutup. Namun di evaluasi lagi, cari modal lagi, dan di coba lagi. Baru apabila sudah 3 kali mencoba dan semuanya gagal, boleh lah kita menutup nya. Di waktu ini, saya menyebutnya akselerasi kedua. Karena ada sebagian investor yang tidak puas atas hasil nya, maka saya memutuskan untuk melakukan langkah akhir performa usaha tersebut. Namun, ini mungkin tidak menjadi akhir usaha tersebut. Ini hanyalah perjanjian informal antara saya selaku Pengelola dengan para investor yang memberi pendanaan kepada usaha yang tidak terlalu berjalan dengan baik tersebut.

Jadi, apabila usaha yang di danai tersebut tidak sukses, maka saya berkewajiban mengembalikan permodalan sesuai ketentuan. Namun, usaha tersebut akan menjadi sepenuhnya hak saya untuk mengarahkan nya ataupun mengaturnya. Apakah nanti saya akan menutupnya, melanjutkan nya sendiri, atau apapun tindakan yang saya ambil nanti atas usaha itu, itu bukan hak investor untuk ikut campur.

Menepis Permintaan Investor yang tidak Relevan

Setiap orang ingin menang, dan tidak ada yang mau menjadi pecundang. Setiap orang ingin sukses, dan tidak mau gagal. Prilaku ini dimiliki oleh semua orang. Meskipun begitu, kita tidak bisa lari dari kenyataan dimana setiap ada pemenang, pasti akan ada pecundang. Investor memberikan permodalan berdasarkan harapan mereka bahwa usaha ini bisa sukses dan memberikan penghasilan pasif untuk mereka. Saya berani mengambil permodalan dari investor karena saya yakin bisa sukses seperti kebanyakan pengusaha yang lain. Dan Anda semua harus tahu, saya bekerja siang dan malam untuk membuat usaha ini berhasil dan sukses. Jika Anda ragu dengan kerja keras yang saya lakukan disini, bisa Anda tanyakan langsung kepada orang- orang yang pernah bekerja bersama dengan saya. Kontak nya mereka saya lampirkan disini:

  • Andreas Setiawan: 0898-8950-590
  • Nur rohman Fitriyanto: +62 821-3335-0440
  • Dhanur Indro Hapsoro: +62 812-1555-884 (Resign)
  • Ebentera Santosa: +62 813-2645-0687
  • Yobelio Ekaharja Putra: +62 878-3107-8522
  • Maria Novika: +62 878-2527-6005 (Magang)
  • Anna Febriyanti: +62 853-2523-5216 (Magang)

Namun, pastinya Investor tidak mau tahu apa yang terjadi. Investor tidak peduli dengan perjuangan yang saya lakukan. Mereka tutup mata dan telinga. Mereka hanya mau untung bagaimanapun caranya. Tidak apa- apa, itu memang attitute kebanyakan Investor. Saya selaku pengelola harus memakluminya. Tapi, apabila ada investor yang malah memperkeruh keadaan, tidak memberi saya jalan keluar dan menjadi hambatan saya dalam membangun usaha kita bersama disini, itu adalah sikap yang saya sayangkan. Ada satu kasus investor yang meminta pengembalian modal karena usaha tidak berjalan dengan baik. Kalau begitu respon saya seperti ini; Modal Anda itu terbilang kecil jikalau di digunakan untuk membangun usaha IT. Saya disini berusaha untuk bagaimana caranya mencari orang- orang yang mau digaji kecil, atau bahkan tidak mau digaji, untuk bisa membantu kita membangun usaha. Gaji seorang programer saja mencapai 8-15 juta tiap bulan nya. Itupun mereka bekerja di sebuah perusahaan yang sudah ada sistem kerja nya. Disisi lain, Anda malah memberi tekanan kepada saya untuk mengembalikan dana yang sudah digunakan untuk membeli suatu peralatan atau menjalankan proyek, dengan segera. Anda tidak memberi saya jalan keluar. Lalu, bila saya lepas tangan, dan dan kita saling serang, saling mengajukan tuntutan, lihat kekacauan yang terjadi.

Saya tidak menuntut macam- macam dari pihak Investor, saya hanya ingin di hargai saja kerja keras yang saya lakukan. Kedua adalah mohon untuk tidak memberikan tekanan kepada saya, karena disini saya berusaha keras mensukseskan usaha ini. Anda kecewa, Ya pasti. Tapi, saya disini yang lebih kecewa lagi karena keadaan tidak sesuai prediksi. Sayang nya, Investor yang kecewa, sering melimpahkan kekecewaan nya kepada saya, karena –mungkin- menganggap jikalau membangun bisnis itu mudah. Kalau saya kecewa, saya coba hilangkan perasaan negatif itu dan mulai bekerja kembali. Keadaan sudah tidak terkendali, di tambah mendapatkan tekanan seperti itu dari pihak investor, itu adalah hal yang menyakitkan.

Saya masih berkomitmen dengan ucapan saya. Setiap investor masih memegang Surat Perjanjian Kerjasama nya masing- masing. Keadaan saat ini, masih melaju pada track line tersebut. Perihal mengenai alasan; saya khawatir terjadi apa- apa dengan uang saya, saya rasa itu adalah kendala pribadi Anda. Anda khawatir, pihak saya telah memberikan jaminan keamanan sedemikian rupa, dan apabila Anda masih khawatir, lantas siapa yang harus di salahkan?.

Penutup

Cukup sekian informasi yang ingin saya sampaikan. Saya membuka feedback atas pernyataan ini melalui WhatsApp di nomor: 0858-1204-3195. Akan saya respon melalui Voice Messages semua pertanyaan Anda, tidak dengan segera namun dalam waktu maksimal 2X 24 jam. Sesi feedback akan saya tutup di tanggal 03 Oktober 2018. Disini saya saling terbuka, dan saya ingin memberi pemahaman atas keadaan yang terjadi. Apabila Anda adalah investor yang memberikan permodalan ke startup yang saat ini lancar pemasukan nya, Anda bisa mengabaikan pesan ini.

Willy Yusuf Rahmadi

STAR SHARE Head Manager. 8 Years experience in internet marketing and organisation. Specialize in build new organisation

Leave a Reply

Tutup
×
×

Cart